SMA 70 Bulungan tampak dari belakang, pada tahun-tahun awal penggabungan. Garis merah adalah pembatas antara SMA 11 (sebelah kiri/selatan) dan SMA 9 (sebelah kanan/utara). Dua buah pintu belakang (mengapit garis merah) adalah pintu akses dari SMA 11 (kiri) dan SMA 9 (kanan) menuju area Kejaksaan Agung. Pintu-pintu tsb hanya dibuka pada hari Jum’at siang sebagai akses menuju mesjid Kejaksaan Agung. Pada awalnya SMA 70 tidak memiliki mesjid, kemudian gedung paling kanan, aula eks SMA 9 dijadikan tempat untuk sholat Jum’at. Lapangan di tengah-tengah gedung utara selanjutnya dijadikan tempat untuk pelaksanaan upacara. Dan seluruh gedung di bagian utara inilah yang kemudian diganti dengan gedung bertingkat megah, sehingga saat ini seluruh kegiatan belajar-mengajar dalam kelas dilaksanakan di sisi utara.
Tampak depan SMA 70 Bulungan juga pada tahun-tahun awal penggabungan. Gedung bertingkat adalah batas antara SMA 9 (sebelah kiri/utara) dan SMA 11 (sebelah kanan/selatan). Gedung tersebut adalah laboratorium (SMA 11 di atas & SMA 9 di bawah). Yang tidak berubah alias tetap bertahan sampai sekarang adalah posisi papan nama SMA 70 dan 2 buah lapangan basket. Pada saat foto ini diambil, SMA 70 belum memiliki pagar, sehingga para siswa bebas keluar-masuk sekolah sepanjang sisi depan. Hal ini terindikasikan dari arah keluar para siswa (foto di bawah) yang tidak terfokus ke satu tujuan, pintu gerbang. Pagar depan dan pintu gerbang sendiri baru dibangun sekitar pertengahan tahun 1983.